Siapakah Yang Disalahkan?
by Mardiana on Jan.09, 2010, under Batak
Sudah berulang kali dan beberapa kali dan untuk kesekian kalinya kita dengar kalimat ini “Aku tidak tau bahasa batak ito/eda”, “aku orang batak tapi saya dibesarkan di Jakarta” “orang tua saya tidak pernah bicara bahasa batak di rumah”,,dan berbagai pernyataan lainnya.

Memberi alasan yang terkadang saya pikir itu hanyalah alasan belaka. Alasan yang membuat dia bebas dari bentuk pertanyaan menganai Batak. Memang saya jg mengalami demikian.
Saya akan mulai dari keluarga saya. ![]()
Keluarga saya asli dari toba sana. Mamak dari Batu Horbo (Paropo) dan kampung Bapak saya di samosir,sihotang. Kami anak2 mereka dilahirkan dan dibesarkan di Medan. Kami ada 6 bersaudara dan saya anak paling besar”boru panggoaran”.
Jujur saya bilang,kami tidak pernah dirumah bicara bahasa batak. Terkadang Mamak dan Bapak bicara bahasa batak,tapi kami anak-anaknya selalu bilang,,nggak ngerti mak,pak,akhirnya mereka bicara dalam bahasa indonesia. Tapi disela-sela pembicaraan terkadang Orang tua kami bicara menggunakan bahasa batak.
Ito-itoku dan akka anggi-anggi ku juga nda tau bahasa batak sama sekali. Mereka hanya mengerti kalau mereka dengar,tapi terkadang mereka juga tidak mengerti bahasa batak yang diucapkan orang. Ada juga yang cuek dengan bahasa batak,karena memang malas untuk menggunakan dan melatih diri uuntuk menggunakan bahasa Batak.
Bahkan aku sebagai anak tertua dengan sabar membujuk akka anggi-anggi ku untuk belajar bahasa Batak. Sampe aku bilang ama itoku yang paling besar begini: Dek,ai ho anak doli. Biasana Anak membuat kedudukan paling penting tu generasi berikutna dan ikkon mamboto akka tarombo halak hita batak.Paling tidak diboto ho tarombo marga sian Bapak dohot Omak.
Alusna holan sada: Kak,nantillah itu. Kapan-kapan bisa aja kita pelajari itu.
Aku tunggu juga keinginan dia untuk belajar bahasa batak dan martarombo. Aku selalu memberi motivasi supaya dia nda lupa dengan Kesukuannya. Dan itu tebukti, itoku itu suatu waktu bilang. Kak,masuk apa aja Manik itu? Akhirnya kuajarin dia dan sekali-kali aku juga buka link tentang tarombo kami. Dengan kata lain kami sama-sama belajar.
Saya juga awalnya tidak tahu menahu bahasa batak. Sama sekali tidak alias Dalle Total. Tapi dari hati nurani dan jiwa saya ada sebersit keinginan untuk belajar. Duh,saya boru Batak kok tidak tahu bahasa Batak? Ada pula lagu Boru Panggoaran yang juga memberi motivasiku untuk mengerti apa arti dari kata-kata itu. Ditambah lagi beberapa link di Google yang membantu saya untuk mencari tau menahu tentang budaya Batak. Sampai suatu waktu terngiang dalam hatiku: Wah sungguh luar biasa Batak ini. Aku Cinta Batak.
Aku juga mengetahui bahasa batak dan tarombo mengenai marga-marga Batak bukan dari Orangtuaku. Tapi aku mendapatkannya dari link-link yang disediakan oleh dunia maya. contohnya Naimarata , Manik Raja , Ompu Guru Tatea Bulan, Simalungun , dll.
But,,ada satu pengalaman dari orang sekitarku mengatakan : aku malas liat orang batak (dia orang batak juga neh).Emangnya napa?kok begitu perkataanmu? Lalu jawabnya: ia neh,banyak kali orang batak disekitar kami (tempat asalnya kebetulan bukan medan ato toba,tapi di Jakarta)yang sok jago, terlalu cinta keSukuannya sampe suku orang lain di palea-lea.
Hanya satu jawabku: karena itu kita harus memulai dari diri kita dan untuk anak-anak kita bahwa Batak sesungguhnya itu bukan demiikian. Akhirnya dia diam tanpa kata dan hanya berpikir mengenai jawabanku tadi.
Nah dari kisah nyata tersebut,saya mau mengatakan semua para pembaca sekalian. Siapakah yang salah jika si “Anak tidak tau tentang bahasa batak dan juga Tarombonya?”
Ada beberapa orang yang juga aku kenal,aku menyinggung mengapa mereka tidak tau bahasa batak. Perlu Anda ketahui, dari begitu banyak pernyataan mereka dan serta alasan mereka. Contohnya sbb:
1. Kak,aku dibesarkan di Aceh. Jadi kami kebanyakan bahasa indonesia aja di rumah dan di sekolah. ![]()
2.Kak, kami di rumah gak diajarkan orangtua bahasa batak (saya rasa tidak ada orang tua yang tidak bicara bahasa batak dirumah bersama anak-anaknya,walopon hanya sekadar sapaan dirumah.
?![]()
3.Aku uda 3 tahun di bandung,jadi uda lupa banget bahasa batak (Adong disan halak batak nunga 20 tahun di amerika,alai boi do ibana lancar bahasa batak,ima alus hu
)
4.Siapa yang mau mengajarkan aku ? Orang tua di huta,kami disini (jawaban yang tidak masuk akal)
5.Udalah gak usah bahasa batak,nggak ngerti aku. Ntah apa yang kalian bilangin dari tadi.
6.Nanti-nanti ajalah bahasa Batak itu. Masih banyak yang perlu dipelajarin selain bahasa Batak beserta Tarombonya.
7.Ah cukup orang tua aja yang tau tarombo,sekareang uda jaman cangkih
8.Kalo ada waktu saya pelajarin(ntah kapan ada waktunya ,mendingan mar FB drpd belajar tarombo)
9.Sekarang uda Zaman tehnologi, bahasa dan tarombo gak bisa jamin masa depan
10.Gak dapat duit kita dari pelajaran bahasa batak dan tarombonya,,,dll
Sungguh disayangkan sekali jika mereka memberi alasan-alasan seperti tadi.
Saya rasa disini tidak perlu kita mencari alasan, Siapa Yang Disalahkan. Tapi mari kita sama-sama mencari solusi agar kita bisa mengembangkan masa depan Kultur Budaya kita. Kalau bukan dari diri kita sendiri dan keluarga kita yang memulai,terus siapa lagi????
Mari sama-sama kita melestarikan Kultur dan Budaya kita. Dan kita mau membantu teman-teman kita yang lainnya untuk belajar bahasa Batak dan Tarombonya. ![]()













January 9th, 2010 on 6:19 pm
PERTAMAX..!!!
January 9th, 2010 on 6:22 pm
ahk maos..

pertama kali apanya maksud abang ?
February 6th, 2010 on 4:23 pm
Yang salah sudah jalas si Orangtua ! keadaan tdk mengijinkan, effect-nya jadi kena sia anak. saya kenal si br.Allagan si Ibu ini banyak memberikan waktu buat borunya yg tiga.Kenyataan bisa bhs.Jerman, Perancis, Inggiris dab bhas.Ibu(bhs.Batak)http://www.sunniwati.com/smilies/yahoo_love.gif