<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mardiana Sunniwati Manik &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://www.sunniwati.com/mardiana/category/renungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sunniwati.com</link>
	<description>Mintalah Maka Kamu Akan Menerima Supaya Penuhlah Sukacitamu. (JOH 16:24b)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2010 22:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mampukah Kita Mengintrospeksi Diri Sendir?</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/mampukah-kita-mengintrospeksi-diri-sendir.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/mampukah-kita-mengintrospeksi-diri-sendir.manik#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 20:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Saudara/i semuanya pasti sudah merasakan yang namanya hidup ini. Tapi banyak diantara kita yang selalu mengatakan,jikalau hidup ini terlalu susah,terlalu banyak tuntutan,terlalu ribet. Namun ada juga yang mengatakan hidup ini terlalu easy,take easy man,dll.
NAmun dibalik semua itu dia tidak mengerti apa yang artinya hidup itu sesungguhnya. Tidak ada seorangpon didunia ini yang bisa mengatakan jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara/i semuanya pasti sudah merasakan yang namanya hidup ini. Tapi banyak diantara kita yang selalu mengatakan,jikalau hidup ini terlalu susah,terlalu banyak tuntutan,terlalu ribet. Namun ada juga yang mengatakan hidup ini terlalu easy,take easy man,dll.<span id="more-171"></span><br />
NAmun dibalik semua itu dia tidak mengerti apa yang artinya hidup itu sesungguhnya. Tidak ada seorangpon didunia ini yang bisa mengatakan jika hidup itu INDAH bersama Tuhan.<br />
Dikala senang,kita bisa mengatakan,:wah, trimakasi Tuhan,sungguh indah hidupku. Tapi,,hanya menjelang beberapa hari setelah masa kebahagiaannya berlalu dan masa sulit datang,apakah dia akan berkata kembali: wah hidup ini Indah???</p>
<p>Sadar atau tidak sadar terkadang kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita dan kesibukan kita. Pergi ke gereja,setelah itu sibuk kembali dengan rutinitas seperti biasa.</p>
<p>Demikian juga layaknya aku. Dulu aku begitu merasakan hangatnya sebuah Kasih Bapa.<br />
Terlalu sering aku menghadap DIA,setiap pagi aku merasakan pelukan hangatnya yang sejuk serta berkat-berkatNYA. Bisikan suaraNYA, bisikan hatiNYA, semuannya masi bisa kuingat. Masa-masa yang sungguh indah tiada duanya. Tidak pernah ku merasakan yang namanya Susah,Sedih,Sendiri,Kesepian dll. Bahkan sebaliknya,terlalu cepat waktu berlalu jika aku selalu bersamaNYA. </p>
<p>Tapi kini!!! Aku merasakan hampa. Sejak aku berada di Jerman ini. Aku terlalu sibuk dan menyibukkan diri. Kesana,kemari,kerja dan kerja, belajar dan belajar. Aku selalu mengandalkan diriku sendiri. Waktuku selalu terpakai hanya untuk semua rutinitasku. Namun saat aku jatuh,aku baru sadar dan kembali kepadaNYA. Dan setalah semuanya berlalu,aku kembali melupakanNYA.<br />
Sampai suatu saat aku berkata: Ini bukan aku. Aku bukan Mardiana yang dulu. Aku menjadi orang lain. Mardiana yang lain. Aku tidak mengenal diriku sendiri. Dan siapakah aku??</p>
<p>Setelah begitu jauh aku melangkahkan kakiku, aku baru sadar. Ini adalah kesalahanku yang teramat dalam. Karena selama ini aku hanya melihat diriku sendiri. Melihat keinginanku dan berusaha untuk memenuhi hasrat hatiku. Aku sudah dikuasai oleh roh duniawi ini. Kemegahan ,kelicikan , kemunafikan dan banyak hal lainnya. AKu harus keluar,keluar dari kesemuanya itu. Aku harus bisa menjadi hambaNYA yang seperti dulu, yang selalu taat, yang selalu meminta petunjuk dariNYA,hamba yang selalu mengandalkan DIA.<br />
Aku harus bisa,,Mardiana,kamu harus bisa,,kamu pasti bisaaaaa(teriakan hatiku).</p>
<p>Jangan pernah kita menyalahkan tempat dimana kita berada,tetapi mari kita mengoreksi dengan diri kita sendiri. Apakah yang salah dari kita. Dan sampai saat ini aku kembali belajar seperti dulu,menjejaki kembali langkah dan kakiNYA, selalu berusaha untuk taat dan setia.</p>
<p>Demikian hal nya saudara/i sekalian. Mari kita sama-sama untuk menjadi hamba yang taat dan setia. Karena hidup ini terlalu Indah untuk kita lewatkan bersama kesibukan kita. Indahnya kebersamaan Tuhan Yesus tiada bandingannya. Dan percayalah,saat kamu taat dan setia,Apapun yang Anda minta,tanpa Anda minta,Tuhan pasti penuhi. Karena Bapa yang kita sembah adalah Bapa yang baik dan teramat baik. </p>
<p>Untuk mengakhiri Note ku ini, mari kita memberi ucapan syukur bagi DIA Rajakita.<br />
Mazmur 150:1-6<br />
Halleluyah! Pujilah Tuhan pada tempat kudusNya! Pujilah Dia dalam cakrawalaNya yang kuat.<br />
Pujilah Dia karena segala keperkasaanNya,pujilah Dia sesuai dengan kebesaranNya yang hebat.<br />
Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala,pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!<br />
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!<br />
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!<br />
Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!<br />
Halleluyah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/mampukah-kita-mengintrospeksi-diri-sendir.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Laskar Kristus</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/saya-laskar-kristus.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/saya-laskar-kristus.manik#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 12:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Saya Bukan Pasukan Menembak
Silahkan klik aja,,,met menikmati semuanya,,,
Jesus Bless U all

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya Bukan Pasukan Menembak<br />
Silahkan klik aja,,,met menikmati semuanya,,,</p>
<p>Jesus Bless U all</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NEYTl9Bkh8Y&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/NEYTl9Bkh8Y&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/saya-laskar-kristus.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ia Tidak Berkuasa</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/ia-tidak-berkuasa.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/ia-tidak-berkuasa.manik#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 11:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu hal dimana Tuhan tidak berkuasa untuk melakukannnya &#8220;Tuhan tidak berkuasa untuk tidak menepati janjiNya. Ia begitu setia akan janjiNya.
 Suatu hari Guru Sekolah Minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya. Seperti apa Tuhan Bapa itu?&#8221; Untuk mudahnya kalian harus melihat DIA sebagai seorang Bapa,,,seorang Papi,&#8221; ujar guru tersebut.
 Minggu berikutnya,guru tersebut menagih PR dari setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu hal dimana Tuhan tidak berkuasa untuk melakukannnya <span id="more-119"></span>&#8220;Tuhan tidak berkuasa untuk tidak menepati janjiNya. Ia begitu setia akan janjiNya.<br />
 Suatu hari Guru Sekolah Minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya. Seperti apa Tuhan Bapa itu?&#8221; Untuk mudahnya kalian harus melihat DIA sebagai seorang Bapa,,,seorang Papi,&#8221; ujar guru tersebut.<br />
 Minggu berikutnya,guru tersebut menagih PR dari setiap murid yg ada.<br />
&#8220;Tuhan Bapa itu seperti dokter!&#8221; ujar seorang anak yang ayahnya adalah seorang dokter.<br />
Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun.<br />
&#8220;Tuhan Bapa itu seperti Guru! ujar seorang anak yang lain. Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan hal yang baik dan benar.<br />
&#8220;Tuhan Bapa itu seperti Hakim!&#8221;ujar seorang anak yang bapaknya juga seorang hakim. &#8220;Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi ini.&#8221;<br />
&#8220;Menurut aku , tuhan Bapa itu seperti Arsitek&#8221;. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga , ujar seorang anak yang tidak mau kalah dari teman-temannya.<br />
&#8220;Tuhan Bapa itu raja! Paling tinggi di antara yang lain. &#8220;tuhan Bapa itu pokoknya kaya sekali. Apa aja yang kita minta Dia punya!, ujar seorang anak yang papanya konglomerat.</p>
<p>Guru tersebut tersenyum ketika satu per satu anak memperkenalkan image Tuhan Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam aja dan nampak risih medengar jawaban anak-anak yang lain. Eddy menurut kamu ,  siapa Tuhan Bapa itu ?. tanya ibu guru sekolah minggu itu kepada Eddy dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak-anak yang lain dalam hal keekonomian dan cenderung lebih tertutup.</p>
<p>Eddy hampir-hampir tidak menampakkan mukanya dan suaranya begitu pelan waktu menjawab. &#8220;Ayah saya seorang pemulung &#8230;jadi saya pikir ..Tuhan bapa  itu seperti Pemulung Ulung.&#8221; Ibu guru terkejut bukan main dan anak-anak yang lain mulai protes mendengar Tuhan Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. &#8220;Eddy&#8221; ujar ibu guru lagi. &#8220;Mengapa kamu samakan Tuhan bapa itu seperti pemulung?&#8221;.</p>
<p>Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap sekeliling sebelum akhirnya menjawab. &#8220;Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya.&#8221;</p>
<p>Dari renungan itu bukankah DIa benar-benar seorang pemulung yang handal dan mulia dan ulung?. Dia memungut sampah-sampah seperti saya dan saudara-saudara serta menjadikan kita anak-anakNya. Hidup baru bersama DIA dan mewarnai hidup ini dengan cinta dan kasihNya. Bukan hanya itu saja tetapi Dia juga menjadikan kita pewaris kerajaan Tuhan. (Yoh 3:16)</p>
<p>2 Petrus 3 :9 ==> Tuhan tidak lalai menepati janjiNya,sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa melainkan supaya orang berbalik dan bertobat.</p>
<p>Our God is able! &#8220;Not by power,not by might, but by My spirit, saya the Lord&#8221; (Zach 4:6)</p>
<p>Immanuel</p>
<p>Tuhan beserta dengan kita. Halleluyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/ia-tidak-berkuasa.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/sang-malaikat-kecil-telah-menyelesaikan-tugasnya.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/sang-malaikat-kecil-telah-menyelesaikan-tugasnya.manik#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 16:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kesaksian nyata dan membangun iman kita akan DIA.
Selamat membaca.



Kesaksian
______________________________________________________________________________________
 
 
Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya
 
Kisah nyata tentang kehidupan gadis kecil yang bernama Olivia
________________________________________________________________________
Pengantar Redaksi: Dalam terbitan Warta RC minggu lalu dimuat suatu ucapan belasungkawa atas berpulangnya Olivia Laurencia, 10 tahun, keponakan dari Jelly Lim,  anggota Dewan Paroki Regina Caeli. Banyak Warga RC yang menyempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;">Ini adalah kesaksian nyata dan membangun iman kita akan DIA.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;">Selamat membaca.</span></span></strong></p>
<p><span id="more-116"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;">Kesaksian</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;">______________________________________________________________________________________</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 16pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;">Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Kisah nyata tentang kehidupan gadis kecil yang bernama Olivia</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">________________________________________________________________________</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Pengantar Redaksi: </span></strong><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Dalam terbitan </span></em><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Warta RC <em style="mso-bidi-font-style: normal;">minggu lalu dimuat suatu ucapan belasungkawa atas berpulangnya Olivia Laurencia, 10 tahun, keponakan dari Jelly Lim,<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>anggota Dewan Paroki Regina Caeli. Banyak Warga RC yang menyempatkan diri melayat di rumah duka ikut menitikkan air mata tapi sekaligus diteguhkan iman mereka mendengar<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>kisah hidup Olivia <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>yang berjuang melawan penyakitnya sejak usia satu setengah tahun. Berikut adalah kesaksian yang ditulis oleh salah seorang kerabatnya. Semoga kesaksian ini membawa kita pada permenungan yang mendalam tentang makna hidup kita masing-masing. </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;">______________________________________________________________________________________</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="mso-spacerun: yes;"><span style="font-size: small;">       </span></span></span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Tiga Juli 1999, tangis bayi memecah kesunyian. Sang bayi mungil lahir ke dunia membawa kebahagiaan bagi pasangan Jimmy dan Aiwan. Kulit putih kemerah-merahan, mata yang sungguh indah, bahkan ia memiliki bobot tubuh yang cukup besar dibandingkan ukuran normal bayi yang baru lahir. Semua orang yang melihat memuji sang bayi cantik yang kemudian diberi nama Olivia Laurencia dengan nama kecil Ping Ping ini. </span><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US">Yah, ini adalah mahakarya yang sungguh indah dari Tuhan bagi keluarga muda itu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Sang bayi mungil tumbuh cepat dan makin cantik dari waktu ke waktu. Babak baru kehidupannya dimulai ketika umur satu setengah tahun. Saat anggota keluarga yang lain melihat adanya kelainan penglihatan pada Oliv kecil, segera mereka memeriksakannya ke dokter. Bagaikan disambar petir mereka harus menerima kenyataan bahwa Olivia divonis menderita kanker mata, atau istilah kedokterannya penyakit <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Retina Blastoma</em>. “Biasanya untuk penyakit begini umurnya paling sekitar 2 tahun lagi,” demikian kata sang dokter yang terus terngiang-ngiang di ingatan orangtuanya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;">Bergelut dengan Pengobatan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="mso-spacerun: yes;">      </span>Berbagai pengobatan mulai dijalani, bahkan pengobatan sampai ke luar negeri. Dokter menyarankan agar bola mata kiri yang terkena kanker segera diangkat. Namun sang papa bersikeras untuk tidak mengambil jalan itu. “Dia seorang anak gadis, bagaimana dia menghadapi hidupnya kelak dengan mata palsunya. </span><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US">Jalan ini juga tidak bisa menjamin 100% sel kanker itu hilang begitu saja. </span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Mata dia sungguh indah, semua orang juga mengakuinya,” berontak sang papa. </span><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US">Akhirnya dipakailah cara <em style="mso-bidi-font-style: normal;">kemotherapy</em> untuk mematikan sel-sel kanker yang telah tumbuh itu. Saat sang putri kesayangan teriak menahan sakit yang dideritanya, sang papa tidak kuat menerima kenyataan itu bahkan ia membenturkan kepalanya sendiri ke dinding.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Menurut pengakuannya meski sudah dibaptis dan menjadi pengikut Kristus, Jimmy dan Aiwan belum menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya. Untuk pergi ke gereja pun kadang masih agak ogah-ogahan. Tepatnya hanya menjadi umat yang biasa-biasa saja. Dalam mimpinya suatu malam Jimmy didatangi oleh malaikat yang membawa sebuah maklumat berisi hanya satu kata ‘BAPTIS’. </span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Setelah menceritakan kepada saudaranya, saudaranya itu memberikan masukan “baptis berarti kamu mesti bertobat!”. </span><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US">Sambil tetap menjalani pengobatan, kondisi Olivia mengantar papa dan mamanya lebih rajin dalam berdoa dan mengikuti persekutuan. Mereka lebih berpasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Mereka bertumbuh dalam iman di tengah penyakit yang diderita Olivia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Di sela-sela kesibukan mengurusi pengobatan Olivia, Allah mendatangkan penghibur di keluarga ini. Seorang anak pemberian Tuhan hadir di tengah mereka. Sang adik kecil itu kemudian diberi nama Yohanes Natanael. Setidaknya ini adalah suatu penghiburan di tengah kesedihan mereka.<span style="mso-spacerun: yes;">          </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Olivia sempat menjalani dua kali <em style="mso-bidi-font-style: normal;">kemotherapy </em>yang membuat kondisi fisiknya <em style="mso-bidi-font-style: normal;">drop.</em> Saat ia <em style="mso-bidi-font-style: normal;">drop</em> dan trombosit dalam tubuhnya turun, sang papa dan pamannya dengan kondisi was-was musti siap mengantri sepanjang hari untuk mendapatkan bantuan darah di PMI. Demikian sepanjang hidupnya Olivia menjalani pengobatan. Biasanya setelah <em style="mso-bidi-font-style: normal;">therapy</em> ia mengalami kerontokan rambut hingga botak sama sekali. Dengan fisik yang demikian Olivia tidak pernah merasa rendah diri. Ia tetap menjadi anak yang periang. Bahkan di sekolah ia termasuk salah satu murid yang memiliki prestasi yang cemerlang. Seluruh keluarga besar sangat menyayangi dan memberi perhatian penuh kepadanya. Saat ilmu kedokteran sudah angkat tangan dan hanya memberikan harapan kosong atas kesembuhannya, seluruh keluarga tidak berputus asa. Berbagai pengobatan alternatif dijalani. Pantangan-pantangan makanan selalu dituruti oleh gadis kecil ini. Obat-obatan dari berbagai bentuk dan rasa yang sungguh merusak indra pengecapan juga dilahap dengan pasrah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;">Membawa kepada Kristus</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small;"><span style="mso-spacerun: yes;">     </span><span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span></span><span style="font-size: 10pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;" lang="EN-US">Dalam kondisi demikian, Oliv kecil sungguh bergantung pada Tuhan Yesus. Setiap pagi saat jam dinding baru menunjukkan pukul 04.00, bagai jam weker Olivia membangunkan orangtuanya untuk mengajak doa pagi. Ketika melihat papanya bersedih hati, Olivia selalu berujar <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Smile”.</em></strong> </span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR; mso-bidi-font-size: 12.0pt;" lang="PT-BR">Dengan polosnya Olivia berujar dan mengajarkan papanya <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">“Dalam masalah apa pun kita harus selalu <em style="mso-bidi-font-style: normal;">smile.</em>”</strong> </span><span style="font-size: 10pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;" lang="EN-US">Imannya kepada Yesus itu membuat ia boleh dibilang tak pernah mengeluh soal penyakit yang dideritanya. Ia bahkan tak pernah menangis karena penyakit itu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR; mso-bidi-font-size: 12.0pt;" lang="PT-BR"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Iman Olivia ini menghantarkan sang kakek, nenek, om, tante yang belum mengenal Kristus menjadi orang-orang percaya. </span><span style="font-size: 10pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;" lang="EN-US">Ketegaran Olivia membuat mereka semua merasakan bahwa Yesus sungguh ada bersama Olivia. Hal itu pula yang kemudian mendorong keluarga besarnya semakin berpasrah pada Yesus. Bahkan mereka kemudian terjun aktif dalam kegiatan rohani di lingkungannya. Sungguh inilah karya besar yang ditinggalkannya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;" lang="EN-US"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Bulan-bulan terakhir menjelang ajalnya ia menunjukkan kasihnya yang luar biasa kepada keluarganya, terutama kepada adik kecilnya</span><span lang="EN-US"><span style="font-size: small;">. </span></span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Ia berujar kepada sang mama <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Kan Oliv mau jadi peri yang baik hati”</em></strong>. Natal dan malam Tahun Baru 31 Desember 2008, meskipun menahan sakit kepala yang belakangan selalu menyerangnya, ia berusaha tetap ceria. Saat acara tukar kado bersama jemaat Gereja, ia juga masih selalu bercanda dengan semua orang. Beberapa hari kemudian, 4 Januari 2009, saat sakit kepala yang semakin parah dan disertai dengan muntah-muntah, keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah sakit. Semakin lama kondisi fisiknya semakin parah. Tubuhnya bahkan sudah sulit untuk menerima asupan makanan. Hal yang ditakutkan pun terjadi. Hasil MRI menunjukkan sel kanker yang sudah membutakan mata kirinya telah menjalar sampai ke otak bahkan ke seluruh tubuhnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;">“Terimakasih Tuhan Yesus”</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Setiap hari ia hanya bisa terbaring lemas dan tertidur. Saat ia terbangun, kesakitan yang sungguh luar biasa dialaminya. Ia hanya bisa berteriak, <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Aduh sakit, sakit sekali Tuhan…”. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span></em></strong>Sang mama yang tidak kuat melihat penderitaan putrinya mengatakan, “Kalau sakit sekali, menangis saja Oliv,” tapi anak ini sungguh kuat. Dia tidak pernah mau menangisi kesakitannya. Orang tuanya kembali dikuatkan dan diajarkan untuk tetap tegar dalam segala masalah, walaupun itu tidak mengenakkan. Kesakitannya semakin memuncak, bahkan obat penahan sakit yang diberikan dokter sudah tidak bisa menghilangkan rasa sakit itu. Dua malam menjelang ajalnya, Oliv yang bulan Juli mendatang genap berumur 10 tahun berdoa penuh iman. <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu, Oliv percaya Oliv sudah sembuh, Oliv sudah dipulihkan. Tidak ada satu penyakit apa pun di badan Oliv, dari ujung rambut sampai ujung kaki Oliv, karena sudah Engkau tebus di kayu salib. Tuhan berkati Oliv, Tuhan ampuni semua dosa Oliv, terima kasih Tuhan, Haleluya, Amin&#8230;”</em></strong> Sebuah doa yang sungguh indah dan penuh makna. Doa seorang anak yang sungguh mencintai dan mengimani Yesus.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Saat malam terakhir ia bahkan sempat meminta sang papa yang memang sangat dekat dengannya untuk memeluk, menurunkannya dari ranjang pasien dan memangkunya. Dia meminta kepada semua orang dan keluarga yang mengunjunginya untuk senantiasa <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>berdoa dan mendoakannya sepanjang malam itu. Detik-detik maut semakin mendekatinya. Dalam kesakitan yang sudah tidak tertahan, kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Sakit sekali ya Tuhan, Oliv sudah tidak tahan lagi…”</em></strong> kemudian kepalanya jatuh terkulai sambil berucap <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Trima kasih Tuhan Yesus”</em></strong> . Kemudian ia sudah tidak sadarkan diri, tubuhnya mulai kejang-kejang. Saat sang papa membisikkan ke telinganya “Papa merelakan Oliv pergi, karena papa percaya di surga penuh damai sejahtera dari pada di dunia dengan menanggung penderitaan. </span><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US">Saat Oliv bertemu dengan Yesus dan Yesus ingin memegang tangan Oliv, segeralah sambut tangan-Nya. Selamat jalan Oliv kami semua merelakan Oliv.” <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Dalam kondisi yang sudah ‘koma’ Olivia meneteskan airmata. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Sesaat setelah itu, bergantian istri pendeta <span style="color: #333333;">memegang tangan Oliv sambil membisikkan di telinganya, “Kalau Oliv sudah bertemu <span class="yshortcuts">Tuhan Yesus</span>, Oliv genggam kencang tangan tante yah..&#8221; Dalam keadaan ‘koma’ itu ia benar2 menggenggam tangan itu dan tak lama kemudian Oliv kecil pun pergi untuk selamanya dengan perlahan, tenang dan damai. </span></span><span style="font-size: 10pt; color: #333333; mso-ansi-language: PT-BR;">Dua belas Januari 2009, pukul 15.45. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; color: #333333; mso-ansi-language: PT-BR;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; color: #333333; mso-ansi-language: PT-BR;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;">Tugasnya sudah selesai</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 3pt;" lang="EN-US"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span></span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Kedua orang tuanya tentu sedih dengan kepergiannya. Tapi mereka mengimani bahwa Olivia sudah bahagia di surga selamanya. Mereka berusaha menahan tetesan airmata dan merelakan kepergiannya. Mereka berusaha meneladani apa yang selalu dikatakan Olivia selama hidupnya, bahwa <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Segala sesuatu ada waktunya; selalu tersenyumlah dalam segala hal; tetap kuat dan tegar dalam pergumulan;<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>berserah dirilah kepada Tuhan Yesus, karena Dia akan memberikan jalan terbaik dan selalu mengasihi kita”.</em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Jasadnya sudah terbaring kaku, tapi ia terlihat seperti hanya tertidur. </span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Semua pelayat yang melihat, memuji Olivia bagaikan peri kecil cantik yang tertidur pulas. Wajah dan kulitnya putih bersih. Bibir kecilnya menyunggingkan senyum kecil bahagia. Salah satu mata yang tadinya agak cekung karena sel kanker sudah menggerogoti dan membutakan mata kirinya bahkan terlihat normal kembali. Ia benar-benar seperti tertidur. Semua mengimani, saat ajal menjemputnya Tuhan terlebih dahulu memulihkan fisiknya. Keluarga besarnya juga mengimani bahwa Olivia adalah penolong yang diberikan Tuhan di tengah-tengah keluarga mereka. </span><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US">Melalui sakit yang dideritanya satu persatu anggota keluarga besarnya bertobat dan menerima Kristus. </span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Tugas malaikat kecil ini sudah selesai, maka ia kembali dipanggil Bapa ke surga. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Bahkan saat pemakamannya, di tengah-tengah cuaca yang sepanjang hari dipenuhi hujan deras, ketika kebaktian pamakaman dimulai, dan ketika sang pemimpin Ibadat menyerukan “Semoga prosesi pemakaman ini diliputi dengan cuaca cerah… Tuhan, walaupun kami tidak dapat melihat dengan mata kami tapi kami yakin Tuhan hadir di tempat ini,” detik itu juga, gemuruh guntur berbunyi seakan langit menjawab. Dan hujan yang sepanjang hari menyelimuti bumi, seketika berhenti. Semua yang menghantar ke pemakaman ini dengan tertegun berujar dalam hati, “Sungguh ia benar-benar dikasihi Tuhan”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span>Segalanya berjalan lancar, kepergian sang malaikat kecil bahkan didoakan dan dihantar oleh beratus-ratus pelayat. Walaupun Olivia sudah tidak ada di dunia, tapi karyanya dalam dunia sungguh selalu akan dikenang. </span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Karena bukan diukur dari berapa lama kita tinggal di dunia, tetapi seberapa berartinya hidup yang kita jalani.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="mso-spacerun: yes;">       </span></span><span style="font-size: 10pt;" lang="EN-US">Selamat jalan Olivia, doa kami menyertaimu selalu. </span><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR">Dan kami percaya, engkau juga senantiasa mendoakan kami dari sana. <em style="mso-bidi-font-style: normal;">(sanz)</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size: 10pt; mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-tab-count: 1;">                </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"><span style="mso-ansi-language: PT-BR;" lang="PT-BR"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/sang-malaikat-kecil-telah-menyelesaikan-tugasnya.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Natalan Bersama Dengan Warga Indonesia di Jerman</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/natalan-bersama-dengan-warga-indonesia-di-jerman.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/natalan-bersama-dengan-warga-indonesia-di-jerman.manik#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 12:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya Natalan bersama dengan warga Indonesia yang ada di Jerman ini dan semuanya berkumpul di Frankfurt. Banyak warga Indonesia yang berpartisipasi disana. bukan hanya jemaat yang kristiani aja yang datang ke Natalan tetapi warga indonesia  yang muslim juga mengambil bagian didalamnya. Saat kami dan semua jemaat beribadah di gereja, yang muslim nya menunggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya Natalan bersama dengan warga Indonesia yang ada di Jerman ini dan semuanya berkumpul di Frankfurt. Banyak warga Indonesia yang berpartisipasi disana. <span id="more-105"></span>bukan hanya jemaat yang kristiani aja yang datang ke Natalan tetapi warga indonesia  yang muslim juga mengambil bagian didalamnya. Saat kami dan semua jemaat beribadah di gereja, yang muslim nya menunggu kami di sebuah gedung tempat pertemuan. Tidak saya sangka begitu mesra sekali kita yang semua berbeda agama bisa menyatu dalam suasana Natal. saya juga menanyakan bagaimana dengan suasana Lebaran kemarin. dan mereka mengatakan bahwa warga dan jemaat kristen datang juga mengikuti Lebaran berasama, yang muslim membaca Alquran sedangkan kami(yang jemaat kristen ) duduk dan juga memasak masakan serta membantu mereka menyiapkan makanan berbuka.<br />
Demikian saat jemaat yang lain mengadakan Natalan bersama, mereka (umat muslim) menunggu jemaat kristiani di pintu dan mempersiapkan semua hidangan. Natalan bersama itu di hadiri juga oleh Kedutaan Indonesia untuk Jerman yang juga seorang muslim. Semua saling berbagi dan saling bercerita. Sebuah suasana yang sangat dirindukan oleh kita seluruh warga di Indonesia.</p>
<p>Suasana yang begitu indah, dimana semua warga Indonesia bersatu dalam suasana yang indah. seandainya kita yang ada di Indonesia bisa hidup saling berbagi dan saling menghargai pasti kita Indonesia bisa maju dan hidup teratur.</p>
<p>ini ada saya sharingkan beberapa foto dan video Natalan berasama kami. Ada juga permainan angklung oleh Jemaat Katholik dan Jemaat Kristen Protestan</p>
<p><a href='http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/video001.3gp'>video001</a><br />
<a href='http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/video002.3gp'>video002</a><br />
<a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image035.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image035-300x240.jpg" alt="" title="image035" width="300" height="240" class="alignleft size-medium wp-image-108" /></a><br />
<a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image006.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image006-300x240.jpg" alt="" title="image006" width="300" height="240" class="aligncenter size-medium wp-image-109" /></a><br />
<a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image002.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image002-300x240.jpg" alt="" title="image002" width="300" height="240" class="alignright size-medium wp-image-110" /></a><br />
<a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image037.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image037-300x240.jpg" alt="" title="image037" width="300" height="240" class="alignleft size-medium wp-image-111" /></a><br />
<a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image004.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2009/01/image004-300x240.jpg" alt="" title="image004" width="300" height="240" class="alignleft size-medium wp-image-112" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/natalan-bersama-dengan-warga-indonesia-di-jerman.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Advent 3</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/selamat-advent-3.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/selamat-advent-3.manik#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 10:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Lilin ke 3 pun telah dinyalakan. Tinggal 1 minggu lagi, maka datanglah Natal. Mungkin bagi saudara-saduara sebagian merasakan itu merupakan sebuah moment yang biasa saja, tidak ada istimewa. Dan sebagian mungkin mengatakan: ah setiap tahunnya Natal itu datang, uda biasanya itu. Gak istimewa, itu sebuah rutinitas. Atau berpikir, ah,karena saya kristen sayapun merayakannya.
Tapi bagi saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lilin ke 3 pun telah dinyalakan. Tinggal 1 minggu lagi, maka datanglah Natal. <span id="more-82"></span>Mungkin bagi saudara-saduara sebagian merasakan itu merupakan sebuah moment yang biasa saja, tidak ada istimewa. Dan sebagian mungkin mengatakan: ah setiap tahunnya Natal itu datang, uda biasanya itu. Gak istimewa, itu sebuah rutinitas. Atau berpikir, ah,karena saya kristen sayapun merayakannya.</p>
<p><a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2008/12/image022.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2008/12/image022-240x300.jpg" alt="" title="image022" width="240" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-101" /></a>Tapi bagi saya, moment Natal adalah moment dimana kita untuk merenungkan kembali apa yang sudah kita lakukan bersama dengan Tuhan. Moment dimana kita kembali mengingat kebaikan dan berkat yang sudah Tuhan berikan. moment dimana kita mengingat kembali akan kegagalan dan kesuksesan yang telah kita alami dalam tahun ini. Moment dimana kita kembali mengintrospeksi diri kita &#8221; apakah saya bersyukur atau tidak&#8221;.</p>
<p>Natal dalam keluargaku, sangatlah sederhana namun berhikmah. Dimana kami berkumpul , duduk bersama diatas tikar plastik. Bernyanyi dan memuji Tuhan bersama, merenungkan kembali atas apa yang sudah Tuhan Yesus berikan bagi kami sekeluarga. Saling mengampuni, saling memaafkan dan moment itu dimana Bapak menjadi pembawa dan pembaca Firman Tuhan. Yang membawa pujian adalah mamak, dan kami anak-anaknya duduk sambil memuji Tuhan.Itu bukanlah moment yang membuat kami bosan bahkan sebaliknya moment itu merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh kami. Bukan hadian natal dan kado natal yang kami harapkan tetapi kebersamaan dengan Tuhanlah yang membuat kami merindukannya. Dan moment itu juga membuat kami sangat merindukan satu dengan yang lain.</p>
<p>Saya tidak ingin berbasa basi disini, tapi saya ingin mengajak saudara untuk kembali merenungkan apa makna dan hikmah dari Natal itu bagi anda dan saudara sekalian.</p>
<p>Tuhan Yesus Memberkati Kita Semuanya.  Praise the Lord, our God &#8221; Jesus Christ. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/selamat-advent-3.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Advent II</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/advent-ii.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/advent-ii.manik#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 08:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Syalom semua,,,sekarang kita sudah memasuki minggu Advent ke 2. Hari ini saya membaca renungan yang tertulis dalam Mazmur 86 : 1-13.
&#8220;Sendengkanlah telingaMu,ya Tuhan,jawablah aku,sebab sengsara dan miskin aku.Peliharalah nyawaku,sebab aku orang yang Kaukasihi,selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.
Engkau adalah Tuhanku,kasihanilah aku ,ya Tuhan,sebab kepadaMu lah aku berseru sepanjang hari.
Buatlah jiwa hambaMu bersukacita,sebab kepadaMu lah Tuhan,ya Tuhan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syalom semua,,,sekarang kita sudah memasuki minggu Advent ke 2. Hari ini saya membaca renungan yang tertulis dalam Mazmur 86 : 1-13.<span id="more-69"></span></p>
<p><a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2008/12/image028.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2008/12/image028-240x300.jpg" alt="" title="image028" width="240" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-99" /></a>&#8220;Sendengkanlah telingaMu,ya Tuhan,jawablah aku,sebab sengsara dan miskin aku.Peliharalah nyawaku,sebab aku orang yang Kaukasihi,selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.<br />
Engkau adalah Tuhanku,kasihanilah aku ,ya Tuhan,sebab kepadaMu lah aku berseru sepanjang hari.<br />
Buatlah jiwa hambaMu bersukacita,sebab kepadaMu lah Tuhan,ya Tuhan, kuangkat jiwaku.<br />
Sebab Engkau ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.<br />
Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan dan perhatikanlah suara permohonanku.<br />
Pada hari kesesakanku aku berseru kepada Mu, sebab Engkau menjawab aku.<br />
Tidak ada seperti Engkau diantara para allah, ya Tuhan dan tidak ada seperti apa yang Kau buat.<br />
Segala bangsa yang Kau jadikan akan datang sujud menyembah di hadapanMu ya Tuhan dan akan memuliakan namaMu.<br />
Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau senidir saja Tuhan.<br />
Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu, bulatkanlah hatiku untuk takut akan namaMu.<br />
Aku hendak bersyukur kepadaMu ya Tuhan, Tuhanku dengan segenap hatiku dan memuliakan namaMu  untuk selama-lamanya.<br />
Sebab kasih setiaMu besar atas aku dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati  yang paling bawah.&#8221;</p>
<p>Dari Firman itu saya mengambil kesimpulan bahwa semua yang telah kita lalui semua itu karena berkatNya. Dialah perlindunganku, penebusku dan penyelamatku.</p>
<p>Tuhan memberkati</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/advent-ii.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minggu Advent I</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/minggu-advent-i.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/minggu-advent-i.manik#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 09:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini minggu Advent 1 dimana seluruh umat Tuhan merayakan Advent sebagai hari Penyambutan Kedatangan Tuhan Yesus. Advent diambil dari bahasa latin yaitu Adventus yang artinya kedatangan.
Disini saya memperingati Advent 1 dengan suasana yang aman dan tenang. Saya menyalakan lilin pertama (warna merah). Saya merayakan sendiri di kamar saya dengan teduh dan berhikmah. Renungan saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini minggu Advent 1 dimana seluruh umat Tuhan merayakan Advent sebagai hari Penyambutan Kedatangan Tuhan Yesus. Advent diambil dari bahasa latin yaitu Adventus yang artinya kedatangan.<span id="more-60"></span></p>
<p><a href="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2008/12/advent-1-im-mein-zimmer.jpg"><img src="http://www.sunniwati.com/wp-content/uploads/2008/12/advent-1-im-mein-zimmer-240x300.jpg" alt="" title="advent-1-im-mein-zimmer" width="240" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-95" /></a>Disini saya memperingati Advent 1 dengan suasana yang aman dan tenang. Saya menyalakan lilin pertama (warna merah). Saya merayakan sendiri di kamar saya dengan teduh dan berhikmah. Renungan saat ini yaitu Yosua 14:6-15 => &#8220;Kaleb Mendapat Hebron&#8221;<br />
Di dalam ayat ini, di tekankan bahwa Tuhan menyertai kita dalam setiap peperangan yang kita hadapin. &#8220;Jadi sekarang, sesungguhnya Tuhan telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya&#8230;ayat 10.<br />
Hari lepas hari, bulan lepas bulan, tahun lepas tahun, semuanya saya lalui dengan baik. Berkat yang Dia berikan sudah saya nikmatin, sungguh tidak terasa kalau tahun tahun berlalu begitu cepat. Yang jadi pertanyaan,<br />
1.Apakah yang sudah kita lakukan buat Tuhan?<br />
2.Adakah kita sudah menyenangkannNya?<br />
3.Pernahkah kita bersyukur apa yang sudah diberikanNya?</p>
<p>Saat menyanyikan lagu pujian dan penyembahan , aku berseru dan menyembah mengagungkan namaNya yang Kudus. Teringat kenanagan yang begitu indah saat aku bersama Dia melalui semuanya. Suatu anugerah yang luar biasa bisa menjalani hidup ini bersama denganNya. Berbicara denganNya, berdoa denganNya, bersenda gurau denganNya, semua kenangan yang indah itu masih kurasakan. Sampai hatiku berkata &#8220;Tuhan Yesus aku sangat mencintaiMu &#8220;. Sampai Dia berkata : &#8220;AKu mengasihimu anakKu&#8221; Sungguh suara yang luar biasa , aku merasakan sekalai hangatnya Cinta yang Dia berikan, hangatNya pelukan Nya saat dia bersuara. Sampai airmata mengalir sebagai ucapan syukurku. I love u my Lord, I love u my Jesus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/minggu-advent-i.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesombongan Rohani</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/kesombongan-rohani.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/kesombongan-rohani.manik#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 11:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Saat &#8211; saat ini banyak dominasi-dominasi gereja yang berkembang. Baik itu gereja GKPI, HKBP, GKI, GBI Gerja Pantekostas, dll. Tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Namun yang saya ingin katakan. Apakah kita bener-bener mengimani FirmanNya?
Tuhan Yesus tidak melihat kita itu dari gereja dimana kita bersekutu dan berdoa. Tapi yang DIA inginkan adalah hati kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat &#8211; saat ini banyak dominasi-dominasi gereja yang berkembang. Baik itu gereja GKPI, HKBP, GKI, GBI Gerja Pantekostas, dll. Tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Namun yang saya ingin katakan. Apakah kita bener-bener mengimani FirmanNya?</p>
<p>Tuhan Yesus tidak melihat kita itu dari gereja dimana kita bersekutu dan berdoa. Tapi yang DIA inginkan adalah hati kita masing-masing. Baik anda itu orang sukses, pengusaha, pelayan, pendeta, suara yang bagus, doa yang bagus atau hal yang lainnya, semua itu hanyalah bersifat sementara. Anda tidak akan dapat menjadi orang sukses tanpa DIA. Bukan karena anda orang pintar dan bijak, ingat kebijakan dankepintaran anda itu asalnya dari DIA. Banyak orang sukses di atas sana, tapi apakah mereka bahagia dengan semua yang dimilikinya? Belum tentu anda akan bahagia, oke lah untuk sementara anda bisa menikmati semua hal duniawi. Tapi saat anda jatuh sakit , tua dan hal lainnya, siapakah yang anda cari? Dokter, dokter hanyalah penyembuh biasa. Kita selalu berdoa kalo kita lagi ada pergumulan. Duh, taunya kita hanya meminta-meminta. Kapan donk kita bisa memberi?</p>
<p>Tuhan Yesus lah pengobat yang manjur. Oleh Bilur-bilurnya kita disembuhkan( 1 Petrus 2:24). Yesus memberikan semua yang DIA punya, KasihNya, CintaNya, HidupNya bahkan masa remajaNya pun di berikan untuk Tuhan Bapa. Dia menjadi contoh teladan yang luar biasa. Semua yang diberikanNya adalah cuma-cuma. Yang Dia inginkan adalah agar kita melihat ke DIA, Dia menginginkan hati kita, hati yang tulus menyembah DIA. Biarlah tujuan dan visi hidup kita adalah Yesus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/kesombongan-rohani.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebaktian Mahasiswa Jerman</title>
		<link>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/kebaktian-mahasiswa-jerman.manik</link>
		<comments>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/kebaktian-mahasiswa-jerman.manik#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 19:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sunniwati.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin tepatnya tanggal 4 November untuk pertama kalinya saya mengunjungi Kebaktian mahasiswa dan mahasiswi Universitas Augsburg. Biasanya disebut dengan &#8220;Campus für Christus&#8221;. Awalnya saya tidak tahu kalau di dalam Universitas terdapat kumpulan Mahasiswa Kristen seperti halnya di Indonesia. Dan kunjungan saya itu juga di awalin dari lagu Rohani yang saya perdengarkan. Mau tau ceritanya?
Senin sore [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin tepatnya tanggal 4 November untuk pertama kalinya saya mengunjungi Kebaktian mahasiswa dan mahasiswi Universitas Augsburg. Biasanya disebut dengan &#8220;Campus für Christus&#8221;. Awalnya saya tidak tahu kalau di dalam Universitas terdapat kumpulan Mahasiswa Kristen seperti halnya di Indonesia. Dan kunjungan saya itu juga di awalin dari lagu Rohani yang saya perdengarkan. Mau tau ceritanya?</p>
<p>Senin sore seperti biasa saya ke perpustakaan mengerjakan tugas kampus dan nge-browser. Akhir-akhir ini saya sering sekali sibuk dengan hobi baru ku yaitu ; isi blogku, mengisi buku harianku , milistku, pokoknya yang bersangkutan dengan internet deh. Nah biasanya saya itu sekalian mendengarkan lagu-lagu rohani. Sudah sejam saya sibuk dengan bukuku. Dengan asiknya saya tidak tahu kalau di dalam perpustakaan itu ada seseorang, tepatnya di sampingku. Kami berdampingan duduk yang dibentengi dengan Rak buku. </p>
<p>Nah, setelah beberapa lagu rohani berputar tiba2 seseorang datang(eh ,,,ternyata cowo loh hehehe) Mulailah perkenalan kami lewat lagu rohani tersebut. Dan sampailah pembahasan kami mengenai Kebaktian Mahasiswa Universitas. Saya begitu bahagia sekali akhirnya apa yang saya rindukan terkabulkan. Akhirnya saya diundangnya untuk datang ke dalam Kebaktian yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Augsburg. </p>
<p>Perasaan saya saat sampai diitu begitu bahagia, senang, kaku( karena gabung dengan orang bule), campur aduk deh. Kami disitu juga menonton sebuah video mengenai Alkitab, bagaimana Alkitab itu ada dan terbit. Dan setelah video selesai kami memasuki tahap penelaahan alkitab  yang dibagi dalam beberapa kelompok mengenai munculnya dan kuasanya Alkitab. </p>
<p>Ditambah lagi beberapa diantara kami ada yang khatolik. Nah perbincangan semakin seru aja. Namun itu semua tidak membawa dampak negatif namun sebaliknya menambah keingintahuan kami mengenai Yesus dan mengenai ajaranNya. </p>
<p>Pokoknya seru deh,,ntar saya beritahu kelanjutannya ,soalnya jam sekarang uda menunjukan tengah malam. waktunya istirahat. ok JBU</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sunniwati.com/mardiana/renungan/kebaktian-mahasiswa-jerman.manik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
