Mardiana Sunniwati Manik

Mampukah Kita Mengintrospeksi Diri Sendir?

by Mardiana on Jan.14, 2010, under Renungan

Saudara/i semuanya pasti sudah merasakan yang namanya hidup ini. Tapi banyak diantara kita yang selalu mengatakan,jikalau hidup ini terlalu susah,terlalu banyak tuntutan,terlalu ribet. Namun ada juga yang mengatakan hidup ini terlalu easy,take easy man,dll.
NAmun dibalik semua itu dia tidak mengerti apa yang artinya hidup itu sesungguhnya. Tidak ada seorangpon didunia ini yang bisa mengatakan jika hidup itu INDAH bersama Tuhan.
Dikala senang,kita bisa mengatakan,:wah, trimakasi Tuhan,sungguh indah hidupku. Tapi,,hanya menjelang beberapa hari setelah masa kebahagiaannya berlalu dan masa sulit datang,apakah dia akan berkata kembali: wah hidup ini Indah???

Sadar atau tidak sadar terkadang kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita dan kesibukan kita. Pergi ke gereja,setelah itu sibuk kembali dengan rutinitas seperti biasa.

Demikian juga layaknya aku. Dulu aku begitu merasakan hangatnya sebuah Kasih Bapa.
Terlalu sering aku menghadap DIA,setiap pagi aku merasakan pelukan hangatnya yang sejuk serta berkat-berkatNYA. Bisikan suaraNYA, bisikan hatiNYA, semuannya masi bisa kuingat. Masa-masa yang sungguh indah tiada duanya. Tidak pernah ku merasakan yang namanya Susah,Sedih,Sendiri,Kesepian dll. Bahkan sebaliknya,terlalu cepat waktu berlalu jika aku selalu bersamaNYA.

Tapi kini!!! Aku merasakan hampa. Sejak aku berada di Jerman ini. Aku terlalu sibuk dan menyibukkan diri. Kesana,kemari,kerja dan kerja, belajar dan belajar. Aku selalu mengandalkan diriku sendiri. Waktuku selalu terpakai hanya untuk semua rutinitasku. Namun saat aku jatuh,aku baru sadar dan kembali kepadaNYA. Dan setalah semuanya berlalu,aku kembali melupakanNYA.
Sampai suatu saat aku berkata: Ini bukan aku. Aku bukan Mardiana yang dulu. Aku menjadi orang lain. Mardiana yang lain. Aku tidak mengenal diriku sendiri. Dan siapakah aku??

Setelah begitu jauh aku melangkahkan kakiku, aku baru sadar. Ini adalah kesalahanku yang teramat dalam. Karena selama ini aku hanya melihat diriku sendiri. Melihat keinginanku dan berusaha untuk memenuhi hasrat hatiku. Aku sudah dikuasai oleh roh duniawi ini. Kemegahan ,kelicikan , kemunafikan dan banyak hal lainnya. AKu harus keluar,keluar dari kesemuanya itu. Aku harus bisa menjadi hambaNYA yang seperti dulu, yang selalu taat, yang selalu meminta petunjuk dariNYA,hamba yang selalu mengandalkan DIA.
Aku harus bisa,,Mardiana,kamu harus bisa,,kamu pasti bisaaaaa(teriakan hatiku).

Jangan pernah kita menyalahkan tempat dimana kita berada,tetapi mari kita mengoreksi dengan diri kita sendiri. Apakah yang salah dari kita. Dan sampai saat ini aku kembali belajar seperti dulu,menjejaki kembali langkah dan kakiNYA, selalu berusaha untuk taat dan setia.

Demikian hal nya saudara/i sekalian. Mari kita sama-sama untuk menjadi hamba yang taat dan setia. Karena hidup ini terlalu Indah untuk kita lewatkan bersama kesibukan kita. Indahnya kebersamaan Tuhan Yesus tiada bandingannya. Dan percayalah,saat kamu taat dan setia,Apapun yang Anda minta,tanpa Anda minta,Tuhan pasti penuhi. Karena Bapa yang kita sembah adalah Bapa yang baik dan teramat baik.

Untuk mengakhiri Note ku ini, mari kita memberi ucapan syukur bagi DIA Rajakita.
Mazmur 150:1-6
Halleluyah! Pujilah Tuhan pada tempat kudusNya! Pujilah Dia dalam cakrawalaNya yang kuat.
Pujilah Dia karena segala keperkasaanNya,pujilah Dia sesuai dengan kebesaranNya yang hebat.
Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala,pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!
Halleluyah!

No comments for this entry yet...

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>-

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!