Tentang Aku
Aku adalah putri petani, buruh dan partiga-tiga. Aku dilahirkan disebuah keluarga yang sederhan, harmonis dan bahagia.Yang memiliki cita-cita menjadi Teladan bagi adik-adik dan keluarganya, ingin menjadi hamba yang taat dan menjadi Terang dalam Yesus.
Kesukaan saya adalah memasak, backen dan denger musik. Hobby main gitar, bernyanyi(walaupun suaranya gak bagus tp aku bersyukur bisa bernyanyi dan memuji DIA) dan menulis. Aku adalah wanita yang memiliki kelemahan, lemah bilang “rrrr”, suka nangis neh(cengeng), merajuk, mengkek dan aku jg banyak kelebihan. Kelebihan cerewet, kelebihan timbangan(lebih dr 50 kg,hehehe, tp tidak lebih dr 55 kg loh ), kelebihan perhatian (gak bisa liat teman sedih), kelebihan makan( alias suka makan), kelebihan bijak(terlalu bijak gak bagus jg), kebanyakan pandainya (pandai-pandaian deh)
Nama lengkapku Mardiana Sunniwati Manik Raja. Nama panggilan ku di rumah “Kak Imar”. Aku dilahirkan di keluarga yang sederhana, harmonis dan bahagia. Aku tuh orangnya agak cerewet tapi suka merepet kaya kereta api (apa bedanya ya????). Kata adik-adik, kalo gak merepet bukan kak imar,,,,wkwkwk.
Aku tamatan alumni SD Katholik Mariana (dr kelas 1-3) dan menamatkannya di SD Free Methodist 1,berhubung saat itu kami pindah rumah dari Sei Sikambing ke Helvetia. Saya di sekolah orangnya pendiam dan tidak banya ngomong. Teman sekelas yang dekat denganku aja tidak ada. Saya itu emang dulu masa kecil suka main sendiri, semuanya sendiri.
Beranjak di usia remaja, saya bersekolah di SLTP Free Methodist 1 Medan. Disini saya bener-benar merasakan sekali yang namanya persaingan. Bukan saingan dalam hal merebut cowok atau saingan menjadi orang terkenal. Tapi dalam hal belajar loh. Disini saya bersaing dengan orang-orang pintar. Saya orangnya tidak mau kalah dengan orang lain, menjadi orang pintar dan pandai adalah tujuanku. Teman-teman yang berada di posisi ranking 1-4 selalu merasa iri dengan apa yang kuraih. Padahal rangking yang kuraih bukannya rangking mereka, aku hanya selalu dapat rangking 5 sampe 8 doank. Mungkin mereka takut tersaingin ya. Dulu aku emang sempat meraih rangking 2 se-Free Methodist,sampai mau di calonin mengikuti Cerdas Cermat di TVRI Medan, yah aku tolak ,soalnya aku bangsa grogi,bisa-bisa aku gak akan menjawab, ntar jadi bahan ejekan pula,gak janji deh. Akhirnya Cerdas Cermat itu saya kasi ke teman2 dan di bawa oleh teman2ku.
SMU St.Thomas 3 Medan menjadi sekolah pilihanku. Awalnya sih saya nggak suka sekolah SMU,saya lebih minat sekolah di sekolah yang jurusan Bahasa. Yang saya inginkan dulu adalah bersekolah di SMU PAriwisata. Minat saya adalah berbahasa Inggris yang juga dimotivasi oleh alm.Tulang Siner Situngkir. Dia pandai berbahasa Inggris sampai dia menjadi Pengacara di Swiss (satu instansi dan bekerja sama dengan Mukhtar Pakpahan, Sri Bintang Pamungkas dll) Nah keinginan untuk menjadi seorang yang pandai ber bahasa Inggris sudah menjadi tujuanku. Tapi sayangnya keinginanku tidak tercapai karena Mamak dan Bapak tidak setuju. Katanya kalo aku tamat sekolah itu, nanti kerjanya hanya di restoran dan itu tidak punya masa depan. Padahal saat aku mengikuti ujian test bahasa, saya lulus. Tapi karena saya sebagai anak yang patuh ama Orang tua, akhirnya saya rela deh. Akhirnya saya pun bersekolah di SMU.St.Thomas 3 Medan. Walaupun demikian,saya juga membuktikan ama mamak dan bapak kalau aku bisa menjadi orang pandai di sekolah. Puji Tuhan,selama saya bersekolah di sana, saya menjadi siswa yang baik loh bahkan yang pintar. Saya selalu masuk kelas Favorit (khusus untuk orang-orang yang Rangking). Saya sangat bersyukur Tuhan memberikan aku kepintaran. Biarlah Dia yang selalu menjadi Pengajarku. Dan aku tidak menjadi sombong oleh karenanya.
Sarjana Pendidikan Bhs.Jerman titel yang sudah saya pegang dan raih. Saya bangga bisa menjadi seorang sarjana. Namun saya lebih bersyukur pada Tuhan karena Tuhan memberikan Orang tua yang menyekolahkan aku sampai ke jenjang ini. Kuakui waktu kuliah mulai keluarlah kenakalan dan kebandalanku. Yang namanya “cabut” saya kenal di kampus Hijau ini. Jenuh belajar sudai mulai kualami disini. Pergi dari rumah sampai di kampus langsung ke Kolam renang, bukan mengikuti kuliah, akhirnya anjlok deh nilai. Ini saya lakukan selama 2 semester (dari semester 2 sampai semester 3). Sampai ortu bilang gini”loh,kok nilai kamu jelek banget dari adikmu?” apa kau nggak belajar ya?” wah ,ingat itu jadi merasa bersalah banget (hiks…hiks,,,)
Satu hal yang perlu pembaca ketahui, saya orangnya anti banget yang namanya Korupsi. Sewaktu saya masa sidang dan meja hijau,saya tidak pernah menyogok dosenku,terbersit pun tidak pernah. Teman-temanku semuanya pada menyogok dosenku, lain halnya dengan aku. Sampai saya pernah dipanggil dosen pembimbingku “masa kamu tidak mikir kalau saya sudah capek membimbing skripsi mu ini, bagaimana saya mau mempertahankan kamu di sidang nanti? yah kamu kasih donk sedikit sebagai tanda terima kasih” Duh bayangin aja dia langsung meminta, apa dia tidak merasa malu ya?. Tapi saya tetap saja dengan pendirian yaitu Anti Korupsi. Mamak dan Bapak ku uda capek cari duit, kerja keras dibawah terik matahari demi menyokolahkan kami,,,eh dia (dosenku yg tidak tahu diri) tinggal minta doank,,tidak deh. Saya tidak takut menghadapi yang beginian. Biar dapat nilai jelek pun gak apa-apa yang penting bersih. Daripada uang itu diberikan sebagai uang sogokan mendingan buat beli baju baru aja (itu dalam pikiranku). Toh bagaimanapun juga saya tamat juga kok. Amin
Kegiatan dan hari-hari selalu di sekolah dan pajak. Kegiatan pagi hari jam 3 pagi sudah biasa aku jalani dalam membantu mamak martiga-tiga di pajak sei sikambing dan petisah. Soal tawar menawar harga, saya juga jagonya nih. Yang namanya rumah, sepertinya hanya sebagi tempat numpang tidur (dari jam 6 sore sampai jam 2 pagi). Tugas-tugas sekolah biasanya aku kerjakan langsung di sekolah. Dengan kata lain aku lah orang yang terakhir menutup gerbang sekolah. Bukannya sombong, aku orangnya agak pandai, mudah menangkap pelajaran dengan baik. Dengan kelebihan itu aku selalu mengerjakan tugas-tugas ku dengan baik. Buku-buku tidak pernah aku buka di rumah, karena aku gak punya waktu di rumah untuk mengulangi pelajaran. Nah setelah pulang dari sekolah, saya langusng berangkat ke pasar, bantu mamak jualan. Akhirnya bergelutlah aku di dunia jualan. Setelah pulang dari pasar langsung masak makan malam untuk keluarga, sedangkan mamak, setelah pulang dari pajak, dia langsung ke ladang demikian juga bapak. Setelah pulang dari kantor bapak langsung ke ladang. Dan adik-adikku yang lainnya pada kuliah. Aku berusaha menjadi terbaik dan teladan bagi adik-adikku.
Kami dirumah tidak memiliki yang namanya kompor ataupun LPg (kompor dang adong dope, apalagi LPG,,,ehe tahe). Nah kami itu masak pakai kayu(sampai sekarang). Kayu-kayu bakar itu tidak kami beli, tapi kami mengumpulkan kayu-kayu itu dari ladang. Apa yang bisa di bakar, itu dibawak ke rumah. Asap dapur selalu menjadi bagian kami. Tapi kami sangat mensyukuri semua yang ada. Dari keadaan itu kami anak-anaknya belajar untuk menjadi orang sederhana, tidak sombong dan hemat (hemat bukan berarti kikir). Menjadi orang pintar dan sukses dalam Tuhan adalah tujuan hidupku. Aku nggak mau menjadi orang sukses yang sombong melainkan menjadi seorang hamba yang sukses dan hidup dalam pelayanan bersama dengan Yesusku.
Tiap malam minggu, aku biasanya pergi ke Gereja mengikuti Kegiatan Muda Mudi di gereja GKPI Desa Teladan Helvetia. Aku tuh yang paling aktif, tapi imannya masi kecil,,,(hehehe jadi malu neh). Aku juga suka yang namanya bermain gitar terumata untuk lagu-lagu rohani. Kegiatan Muda-mudi di gereja menjadi tujuan pelayananku yaitu melayani muda-mudi dan remaja-remaja di gereja kami. Sesibuk apapun saya di kampus dan di rumah saya selalu menyempatkan waktu untuk melayani dan beribadah.
Saat ini saya sedang di sebuah negara impiaan orang banyak di indonesia (Jerman). Saya bersyukur Tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk menikmati hidup di negara eropa dan menikmati yang namanya kehidupan Mandiri. Ini dapat dibaca dalam “Kesaksianku”
Makasi buat semua pembaca, semoga website ku ini dapat memberkati anda. Dan saran serta kritik juga di harapkan
Syalom
Mardiana.S.Manik
Schillstrasse 98
86169 augsburg
Germany












